Selasa, 30 November 2010

Proses Pembudidayaan



Mengingat daerah budidaya ikan merupakan daerah dataran tinggi, maka dapat dideskripsikan bahwa proses pembudidayaan ikan adalah sebagai berikut:

1.      Pembelian Benih
Biasanya Pak Cecep membeli benih ikan sebesar 400kg dengan ukuran 2 jari atau 5 s.d 10 gram, yang berasal dari Sukabumi untuk ikan nila sedangkan untuk ikan mas dan patin, benih berasal dari Subang.
Untuk pembelian pakan sendiri disini menggunakan 2 sistem yaitu :
a. Sistem Kemitraan :
Pakan dibeli dari Mina Barokah. Didalam sistem ini, Pak Cecep biasanya mendapatkan keuntungan lebih sedikit. Dikarenakan pakan diberikan tanpa mengeluarkan uang. Contoh halnya adalah sebagai berikut:
Pakan yang dibutuhkan Pak Cecep sebenarnya adalah 10 kg tapi bisa hanya dengan membeli benih 5 kg saja dengan sistem pembayarannya yaitu sistem panen. Yang dimaksud sistem panen ini adalah ketika panen ikan tiba, Pak Cecep memberikan ½ dari hasil panennya. Bunga yang diberikan Rp 2000,- s/d Rp 3000,-  per karungnya.
b. Sistem Beli Sendiri :
Didalam sistem ini, pembudidayaan ikan lebih mengalami keuntungan diantaranya harga pakan yang dijual lebih murah dibandingkan dengan system kemitraan dan bisa dijual bebas.

2.      Pemberian Pakan
Pemberian pakan dilakukan sebanyak 5 x dalam sehari, dengan selisih waktu 2 jam atau menunggu ikan naik ke permukaan air. Dalam sehari, Pak Cecep bisa menghabiskan 2 karung dengan berat 50 kg/karung dengan harga Rp. 273.000,-/karung.
Dikarenakan budidaya ikan yang dijalani Pak Cecep menggunakan sistem tumpangsari, maka untuk pakan ikan nila berasal dari pakan yang tidak dikonsumsi ikan mas yang berada dijaring paling atas.




3.      Masa Panen
Ikan yang siap dipanen umumnya untuk ikan mas telah melewati masa tanam 2.5 – 3 bulan, sedangkan untuk ikan nila dan ikan patin adalah 6 – 7 bulan.
Dikarenakan Budidaya Ikan Keramba Jaring Apung menggunakan jaring, maka teknis panen tidak terlalu sulit. Cukup dengan mengangkat, menarik dan menggulung jaring. Adapun tehnik panen adalah sebagai berikut:

1. Jaring di angkat dengan menggunakan gombong (bambu panjang yang besar dan kuat). Lalu gombong di masukkan / di letakkan di bawah jaring yang akan di panen lalu di tarik kepermukaan setelah itu didorong/digeser ke sisi dimana ikan kelak akan di timbang dan di packing.

2. Setelah di gorok (istilah untuk prosesi tadi) dilakukan penyortiran ikan. Penyortiran ini di perlukan untuk memisahkan ikan berdasarkan ukuran, sehingga akan memudahkan pada saat packing nantinya selain itu juga untuk membersihkan dari ikan-ikan pengganggu bila ada.

Pemilihan ikan, penggorokan jaring dan penyortiran semuanya dilakukan pada pagi hari sebelum matahari tinggi dan sebelum ikan dikasih makan, hal ini untuk menjaga agar tidak terjadi kematian pada saat pengangkutan ikan dari kolam ke konsumen.

Penimbangan dan pengepakan ikan kedalam kantong kantong plastik beroksigen (istilahnya di balon) dilakukan pada saat sore atau malam hari, ketika cuaca sudah teduh sehingga ikan tidak mengalami tekanan panas dalam perjalanan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar